SKETSA KERINDUAN

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah akhirnya Allah SWT memberikan kemudahan
untuk dapat menyelesaikan menulis puisi yang merupakan antologi
edisi ke-2 dengan judul “Sketsa Kerinduan”. Semoga bisa dinikmati
oleh pembaca yang penuh rindu yang berbalut kesabaran.
Puisi lahir dari imaji-imaji yang berkeliaran, juga lahir dari
realitas-realitas sekitar yang diwarnai dengan khayal. Kata-katanya
kadang kaku walau tidak beku, kadang cair meskipun tidak mencair.
Puisi, tidak sebatas kata yang diikat kalimat, dipoles dengan titik
dan koma, yang menjadi bait-bait indah disanggul larik, yang
liriknya membariskan rasa, membuat prasa sendiri dalam tubuhnya.
Selain berbekal pengetahuan dan pengalaman, menulis puisi sudah
tentu amat menguras energi kreativitas. kami dituntut untuk lebih
peka terhadap satu kata sekalipun.
Kendati sadar bahwa menulis puisi itu tidak mudah, kami tak
ingin kehilangan suatu momen yang kami anggap perlu
didokumentasikan namun tidak membutuhkan tulisan yang
panjang. Maka, puisi menjadi salah satu alternatif yang realistis.
Memotret suatu peristiwa dalam bentuk puisi memang sangat
menantang. Sebab, tidak mudah membuat suatu dokumentasi
dengan begitu ringkas, padat, namun tetap indah untuk disimak,
dibaca, dan diresapi.
Puisi adalah bahasa kalbu, curahan sanubari dari relung jiwa
yang terdalam. Ia menjadi teman di kala sepi, menjadi kekasih di
kala rindu, menjadi selembar cerita di kala bawa perasaan. Sajaksajak

puisi ini datang dari hati, dan sesuatu yang datang dari hati,
maka hati pulalah yang akan menerimanya. Puisi sederhana sebagai 

curahan jiwa ini telah tercurah mengiringi pena yang menari
menuliskan bait demi bait di dalamnya.
Walau jauh dari indah dan sempurna, kami senang bisa
mempersembahkan sebuah karya antologi edisi ke-2 ini. Dengan
berharap bisa belajar ketulusan hati, kami mencoba berkarya. Likaliku
dan
pahit-getir
kehidupan
mewarnai
lembar
demi
lembar
buku

ini

yang menjadikan perasaan bergelombang, kadang senang,
kadang sedih, kadang ceria, kadang berduka. Mereka datang silih
berganti menghiasi perjalanan panjang hidup ini.
Sebagai penutup, ucapan terima kasih kepada pribadi-pribadi
dan komunitas-komunitas yang menelurkan situasi-situasi yang
berujung pada bentuk-bentuk kerinduan. Dan kata maaf juga kami
sampaikan, karena “tiada gading yang tak retak”, karya kami masih
banyak kekurangan, kekeringan, kejenuhan, dan mungkin jauh dari
kesempurnaan. Dengan lapang dada kami mengharap saran, kritik,
dan masukan yang membangun agar kami bisa terus memperbaiki
karya-karya kami kedepan.

Salam dari hati!
Muslimin Mulya Saputra

 

 

MUTIARA KATA MASLIEM

1. Setiap orang punya hati dan perasaan masing-masing, sehingga
setiap kita perlu bijak dalam bertutur, bersikap dan bertindak,
agar seiring dengan perjalanannya waktu, suasana kesejukan
kenyamanan dan kedamaian tetap kondusif. (by masliem)
2. Untuk sukses itu perlu seimbang, dan seimbang itu butuh
proses penyesuaian.(by masliem)
3. Tak selalu keinginan yg tertata dan terencana itu bisa berjalan
mulus, maka bersabarlah. (by masliem)
4. Berapapun waktu yang kau sediakan untuk keluarga, jika tanpa
ketulusan dan keikhlasan maka kebahagiaan hanya
fatamorgana. (by masliem)
5. Jauh atau dekatnya kita bepergian, jika tidak bersama-sama
keluarga,terasa ada yang kurang dan ada kebahagiaan yang
terlewatkan. (by masliem)

Rp40.000

3 in stock

SKETSA KERINDUAN

Store
0 out of 5
SKU 5a6cf12690eb Categories , Tag

Description

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah akhirnya Allah SWT memberikan kemudahan
untuk dapat menyelesaikan menulis puisi yang merupakan antologi
edisi ke-2 dengan judul “Sketsa Kerinduan”. Semoga bisa dinikmati
oleh pembaca yang penuh rindu yang berbalut kesabaran.
Puisi lahir dari imaji-imaji yang berkeliaran, juga lahir dari
realitas-realitas sekitar yang diwarnai dengan khayal. Kata-katanya
kadang kaku walau tidak beku, kadang cair meskipun tidak mencair.
Puisi, tidak sebatas kata yang diikat kalimat, dipoles dengan titik
dan koma, yang menjadi bait-bait indah disanggul larik, yang
liriknya membariskan rasa, membuat prasa sendiri dalam tubuhnya.
Selain berbekal pengetahuan dan pengalaman, menulis puisi sudah
tentu amat menguras energi kreativitas. kami dituntut untuk lebih
peka terhadap satu kata sekalipun.
Kendati sadar bahwa menulis puisi itu tidak mudah, kami tak
ingin kehilangan suatu momen yang kami anggap perlu
didokumentasikan namun tidak membutuhkan tulisan yang
panjang. Maka, puisi menjadi salah satu alternatif yang realistis.
Memotret suatu peristiwa dalam bentuk puisi memang sangat
menantang. Sebab, tidak mudah membuat suatu dokumentasi
dengan begitu ringkas, padat, namun tetap indah untuk disimak,
dibaca, dan diresapi.
Puisi adalah bahasa kalbu, curahan sanubari dari relung jiwa
yang terdalam. Ia menjadi teman di kala sepi, menjadi kekasih di
kala rindu, menjadi selembar cerita di kala bawa perasaan. Sajaksajak

puisi ini datang dari hati, dan sesuatu yang datang dari hati,
maka hati pulalah yang akan menerimanya. Puisi sederhana sebagai 

curahan jiwa ini telah tercurah mengiringi pena yang menari
menuliskan bait demi bait di dalamnya.
Walau jauh dari indah dan sempurna, kami senang bisa
mempersembahkan sebuah karya antologi edisi ke-2 ini. Dengan
berharap bisa belajar ketulusan hati, kami mencoba berkarya. Likaliku
dan
pahit-getir
kehidupan
mewarnai
lembar
demi
lembar
buku

ini

yang menjadikan perasaan bergelombang, kadang senang,
kadang sedih, kadang ceria, kadang berduka. Mereka datang silih
berganti menghiasi perjalanan panjang hidup ini.
Sebagai penutup, ucapan terima kasih kepada pribadi-pribadi
dan komunitas-komunitas yang menelurkan situasi-situasi yang
berujung pada bentuk-bentuk kerinduan. Dan kata maaf juga kami
sampaikan, karena “tiada gading yang tak retak”, karya kami masih
banyak kekurangan, kekeringan, kejenuhan, dan mungkin jauh dari
kesempurnaan. Dengan lapang dada kami mengharap saran, kritik,
dan masukan yang membangun agar kami bisa terus memperbaiki
karya-karya kami kedepan.

Salam dari hati!
Muslimin Mulya Saputra

 

 

MUTIARA KATA MASLIEM

1. Setiap orang punya hati dan perasaan masing-masing, sehingga
setiap kita perlu bijak dalam bertutur, bersikap dan bertindak,
agar seiring dengan perjalanannya waktu, suasana kesejukan
kenyamanan dan kedamaian tetap kondusif. (by masliem)
2. Untuk sukses itu perlu seimbang, dan seimbang itu butuh
proses penyesuaian.(by masliem)
3. Tak selalu keinginan yg tertata dan terencana itu bisa berjalan
mulus, maka bersabarlah. (by masliem)
4. Berapapun waktu yang kau sediakan untuk keluarga, jika tanpa
ketulusan dan keikhlasan maka kebahagiaan hanya
fatamorgana. (by masliem)
5. Jauh atau dekatnya kita bepergian, jika tidak bersama-sama
keluarga,terasa ada yang kurang dan ada kebahagiaan yang
terlewatkan. (by masliem)

Additional information

Weight 125 g

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “SKETSA KERINDUAN”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No more offers for this product!

General Inquiries

There are no inquiries yet.

0